Wednesday 17th October 2018
    banner 728x90

    Otentik dan Objektif terhadap Segala Sesuatu

    By: On:

    Teruntuk yang tercinta, Para Sahabatku, Saudaraku, Adik-adiku dan Anak-anaku…

    Ketika kita melihat suatu ulah dan tata cara yang melampaui batas bagi pribadi, keluarga dan komunitas kita, tentunya karena kita adalah manusia biasa akan menjadi tersinggung, kesal dan marah (hal ini adalah suatu kewajaran sebagai seorang manusia). Sepanjang Kesal dan marah itu masih berada di Kepala kita (akal-pikir) adalah suatu kewajaran, namun tetap harus terkendali dan jangan sampai kesal, marah serta rasa tidak suka itu masuk ke dalam relung Jiwa dan hati kita.

    Bagi kita tidak berlaku pepatah lama yaitu “Biar Hati panas yang penting kepala tetap dingin” melainkan bagi kita adalah “Biar kepala panas yang penting Hati tetap dingin dan tentram”. Dan dengan kita Mengingat serta menyebut nama Tuhan, maka tentramlah hati kita. Semoga dengan tentaramnya hati kita, maka turut tenanglah akal pikir kita.

    Kini banyak manusia yang tidak dapat membedakan lagi, mana Kritik… Saran…dan Penghinaan, Tuduhan serta merusak nama baik seseorang…. Jaman Now ini sungguh tragis!!.

    Bila Rasa Iri, Dengki dan Benci telah merasuki relung jiwa seseorang, maka ia tidak dapat lagi membedakan antara SALAH dan BENAR…… menurutnya adalah semua pendapatnya adalah BENAR! …ia sudah tidak mampu lagi melihat secara Otentik dan Objektif akan segala sesuatunya. ia sudah tidak dapat melihat dan mendengar kebaikan lawannya atau yang dituduhnya. Sesungguhnya manusia seperti inilah yang dimaksud ”manusia yang telah ditutup mata hatinya oleh Tuhan”.

    Sebagaimana contoh yang ringan saja yaitu ketika kita Nonton Bola (Piala Dunia), ketika kita berpihak kepada salah satu Tim (dimana Tim itu pun hanya kita kenal namanya di TV, yang mana juga Tim yang kita dukung itu tidak ada hubungan kerabat, saudara dan yang lainnya) namun kita dapat marah dan memaki serta menghujat kepada Tim yang menjadi lawannya….. Nahh…disini kita pun telah menganiaya dan menzolimi diri kita sendiri…….kita telah membuat Dosa dari sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan diri kita . Kesalahan ini sudah dianggap biasa oleh kita, maka kesalahan itupun akan kita benarkan sendiri. Nahh…pada saat itu dimanakah letak kesadaran kita ??!

    Contoh berikutnya yang sedang marak juga saat ini di Bumi Pertiwi NKRI, dimana selalu menyalahkan dan tidak mau menghargai karya dan kebaikan dari sosok Bpk.Jokowi (Presiden R.I), beliau selalu disalahkan dan selalu diragukan ke Islamannya…. Seolah si penghujat adalah pemilik Islam yang Sejati (seolah si ”IRI” sudah mampu menerawang Pikiran dan hati serta keimanan sesorang) bahkan ia mampu menyumpahi dan mendoakan keburukan, kerusakan serta kehancuran bagi orang lain.

    Mereka sudah lupa bahwa ketika seseorang sedang menjabat Presiden R.I. maka beliau adalah Khalifah kita yang harus dihormati. Karena kepentingan Politik dan Partai yang mempunyai Calon untuk Presiden tahun 2019, maka kelompok sang calon tanpa rasa bersalah dan tanpa ragu selalu menyalahkan Pemimpinnya saat ini, padahal mereka menyalahkan dan menjelekkan Presiden hanyalah untuk menaikkan pamor jagoannya saja. Sebenarnya bila Jagoannya akan maju untuk jadi calon Presiden 2019, adalah suatu Kebenaran juga, namun bertandinglah dengan jantan dan penuh dedikasi serta etika, sopan santun yang baik, raihlah kemenangan dengan cara yang baik dan elegant serta terhormat…. Hidupkanlah kesadaran kita akan hal ini ??!

    Sebagaimana juga cerita Malinkundang si anak Durhaka, cerita ini baik bagi anak2, namun sangatlah buruk bagi seorang manusia dewasa (orang tua), oleh karena bila ada seorang Tua yang bisa MENYUMPAHI anaknya, maka sesungguhnya orang tua itu jauh lebih buruk dari anaknya yang durhaka tersebut. Bagi Orang tua yang benar dan bijak, bila anaknya dapat bahagia, sukses dan berhasil, walaupun sang Anak tidak mengakui keberadaan si Orang tua, maka Sang Orang Tua akan tetap bahagia, bila si orang tua membutuhkan pengakuan dari anaknya, maka Orang tua seperti ini adalah kelompok manusia yang Iman Kepada Tuhanya setipis kulit bawang, oleh karena ia lupa akan asal usulnya. Bahwa tidak sekalipun sang anak meminta lahir dan hidup didunia ini.

    Namun, bagi anak2 yang berkata kasar dan selalu membantah, berdebat serta mengabaikan kedua orang tuanya, tentunya sang anak inipun akan mendapatkan akibat yang buruk untuk pribadinya di muka bumi ini, harkatnya pun akan direndahkan di muka bumi ini serta kelak anak2nyapun nanti akan berbuat yang lebih dari dirinya . Maka Tuhan pun mengajarkan kepada kita agar jangan berkata “Ahhh” kepada kedua orang tua, apalagi yang sebagaimana keterangan diatas.

    Kenapa di dalam agama Islam ada aturan dan Hukum??!, pencuri yang melampaui batas dipotong tangannya, hukum cambuk dan si pembunuh akan dipancung dan lain sebagainya. Bilamana hanya dipakai Rasa kasih sayang dan juga seolah kesabaran, tentunya Agama Islam tidak akan mempunyai aturan itu. Kasih dan Sayang serta Kesabaran sangatlah diperlukan manusia, namun Hukum diantara sesamanya pun harus ditegakkan sesuai dengan dimana ia berdomisili.

    Bagi kita sebagai manusia biasa tidak berlaku suatu pendapat yang mengatakan bila ditampar yang kiri berikan pipi kanan kita untuk ditampar lagi. Melainkan kita wajib membela diri kita dari kezoliman tersebut.

    Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad SAW diperangi oleh kaum Jahiliyah, maka Nabi kita membela dirinya dan umatnya dari kaum yang ingin memeranginya. Maka tidak pernah sekalipun dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, beliau memerangi orang lain atau kaum jahiliyah. Dengan demikian, kitapun wajib adanya untuk mengingatkan, menasehati orang2 zolim, bilamana diabaikan nasihat kita, maka kita wajib untuk menindaknya melalui Hukum yang berlaku di NKRI.

    Bila kita ingin menghukum seseorang, hilangkan terlebih dahulu rasa marah, iri, benci dan ketidaksukaan. Kita memberikan hukuman bukan untuk melampiaskan amarah dan dendam, melainkan untuk memberi pelajaran bagi si salah.

    Mari kita bangun KESADARAN yang tinggi bagi kehidupan pribadi kita masing2 diatas aturan Agama dan Negara kita. Semoga kita dapat selalu menjadi manusia yang TAHU DIRI dan TADHARRU.

    Abang Bulganon Amir

    Kembangan, 12 Juli 2018.

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Leave a Reply