Friday 17th August 2018
    banner 728x90

    Otak Bawah Sadar Bekerja? (Ruuhi Mencerdaskan)

    By: On:

    Penulis: Umar Usman

    Sama-sama praktek.
    Pintar : Tidak menggurui, tajam, tidak melukai, berani tidak mengalahkan, naik tidak menginjak, dan besar tidak mengecilkan.

    Untuk mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri kita dan mengefektif efisienkan waktu yang Tuhan sediakan buatlah daftar resolusi dengan metode menggunakan cara kerja otak bawah sadar, dalam proses menumbuh kembangkan kualitas hidup.

    Pendistribusian daftar dan jadwal kerja 1 x 24 Jam ( 8 Jam tidur, 8 Jam kerja dan 8 Jam aktualisasi diri), khususnya meningkatkan kompetensi agar kian besar kemanfaatan untuk diri pribadi, keluarga, sesama, dan alam semesta sebagai manifestasi Insan Ruuhi.

    Durasi waktu 8 Jam aktualisasi diri, paling tidak jadikan 1 jam skalaprioritas untuk membaca. Buku-buku yang relefan dengan pekerjaan dan bidang yang kita geluti saat ini. Tentukan tujuan membaca dengan membuat pertanyaan:

    “Apa yang bisa saya serap sebagai ilmu pengetahuan dari buku yang saya baca?” dann “Mengapa saya membutuhkan ilmu pengetahuan dari buku yang saya baca?”.

    Karakter hidup membudayakan membaca, mensinergikan dan mengharmoniskan kapasitas kinerja energi otak sadar, dibawah sadar, dan tidak sadar bermuara mencerdaskan!

    Kecerdasan intelektual merupakan jembatan kita untuk mengaktualkan budidaya, hati, dan jiwa mewujudkan energi mengasihi dan menyayangi!

    Salah satu muara budaya dan karakter hidup membaca buku. Membangun kecerdasan dan kesadaran diri, mengaktualisasi dan mengeksplor percikan sifat mengasihi dan menyayangi, sehingga menjadi habit kehidupan.

    Menjalani hidup dengan energi kasih dan sayang dengan menetralisir ambisi dan obsesi yang memperturutkan hawa nafsu.

    Tumbuh kembangkan hidup dalam rentang waktu dan ruang semesta sampai di ujung masa. Senantiasa hidup melayani, memberi, dan memerdekakan. Namun tidak untuk membuat pengakuan dan menjadikan segala obsesi sebagai tujuan. Obsesi tak lebih sebagai wahana dan media untuk hidup melayani sesama dan alam semesta.

    Memposisikan dan bersikap bahwa keluarga hanyalah ladang pengabdian hidup! Pengejawantahan sebagai insan menjalani visi dan misi Tuhan memakmurkan, mensejahterakan, dan membahagiakan sesama.

    Percikan sifat kasih dan sayang Tuhan yang ada dalam dirimulah yang selalu dieksplor. Mengasihi dan menyayngi hanyalah jembatan menuju bilangan tak terhingga! Cinta-Nya.

    Betapa Tuhan telah memaklumatkan melalui firman-Nya:

    اِنَّهٗ مِنْ سُلَيْمٰنَ وَاِنَّهٗ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

    innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir-rohmaanir-rohiim

    “Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,”
    (QS.An-Naml [27]:30)

    Tuhan dengan sifat Maha Pengasih dan Penyayang telah memberikan anugrah terhebat untuk mu?
    Menghidupkan dirimu. Hiduplah dalam bahagia! Dengan selalu mensyukuri anugrah hidupmu niscaya hanya ada bahagia mendekap dirimu tanpa jeda!

    Kembangan, 19 Juli 2018

     

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Leave a Reply