Thursday 15th November 2018
    banner 728x90

    Kalam Ucap Komunikasi Entitas Ruuhi

    By: On:

    Oleh: Umar Usman

    Untuk memberikan pencerahan dan membangun kesadaran bertauhid, Mursyid kita Abang Bulganon lewat proposisi kalimat intuisinya mengatakan: “Aku meng-ubah-kan dirimu, pada saat dirimu tidak mengerti”. Kata ‘Aku’, pada kalimat tersebut di atas, adalah entitas Ruuhi sebagai owner dan agen tunggal ilmu pengetahuan pada diri insan. Yang dijadikan khalifah oleh Tuhan Maha Kuasa.

    Terjadinya per-ubah-an pada saat dirimu tak mengerti. Kita mengalami fenomena menerima limpahan pencerahan dan kesadaran tanpa melalui proses belajar. Tanpa kita mengerti dan perubahan di dalam diri sudah terjadi. Parameter sederhana yang kita alami, terus menerus merasakan energi bersyukur kepada Tuhan dengan perasaan bahagia.

    Pertanda yang lain, mengalami fenomena menyayangi dan mengasihi kepada sesama insan dengan tulus tanpa membedakan segala perbedaan yang ada (plural wujud). Perkataan “kalam ucap” tidak dipahami oleh oleh entitas Akal. Mengapa? Karena entitas Ruuhi saat menerima informasi dan berita berada di luar ruang dan waktu. Zona alam tinggi yang tidak dicapai oleh akal potensial dan partikular. Kemurnian dan keorsinilan bahasa entitas Ruuhi terjaga kebenarannya. Dan yang dapat melakukan “kalam ucap”, tentulah insan yang dikehendaki oleh Tuhan Yang Maha Memiliki perbendaharaan ilmu pengetahuan.

    Proses terjadinya “kalam ucap”, entitas Ruuhi melintas ke luar dari ruang dan waktu menuju destinasi alam mitsal. Alam mitsal, adalah alam perbendaharaan segala rencana_ cetak biru Tuhan yang di sebut ibu kitab atau lauh mahfuz. Segala hal ikhwal peristiwa masa lalu, masa sekarang, dan masa depan tercatat benar (pener), tepat, rigit, detail, paripurna, dan sempurna ada disini.

    Kebenaran informasi dan berita oleh entitas Ruuhi kepada entitas Akal yang bersumber dari khasanah keagungan Tuhan ini tak terekam sebelumnya di dalam otak sadar, di bawah sadar, dan tak sadar. Validasi dan keakuratannya adalah tepat dan benar. Adapun struktur sumber ilmu pengetahuan pada insan, terdiri dari 4 entitas: Ruuhi, Akal, Hati (Qalb), Jiwa (Nafs), dan Jasmani (Jauhar).

    Penjelasan tentang metode pencerahan dengan “kalam ucap”, dapat digambarkan dalam tuturan kalimat seperti ini:

    • Pertama diawali ketika entitas Ruuhi mulai merasuk melembutkan hati dan jiwa mu.
    • Kedua ketika entitas Ruuhi mulai mengendalikan entitas Akal dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatanmu.
    • Ketiga ketika entitas Ruuhi mendistribusikan energi dan menstimulan rasa senang, tenteram, dan tenang kesegenap satu kesatuan Jasmani dalam siang dan malam aktifitas kehidupan di sepanjang hidup mu.
    • Keempat ketika entitas Ruuhi mengintervensi segala keinginan nafsumu sehingga hidup dalam kehendak Tuhan.
    • Kelima ketika entitas

    Ruuhi memurnikan Tauhid Ketuhanan mu. Dan dalam kesadaran, kamu sebagai wayang kehidupan memerankan peran Sang Dalang.

    Sebagaimana Agus Mustofa dalam buku Energi Dzikir Alam Bawah Sadar, menerangkan:
    Energi Dzikir telah mampu menggetarkan seluruh ‘arsy kesadarannya. Yang telah terendam di dalam ‘Arsy Kesadaran Pengusa Jagat Semesta. Tak ada lagi bedanya antara sadar, bawah sadar, maupun tak sadar. Karena seluruh eksistensi yang ada pada dirinya telah menyatu dengan Kesadaran Semesta yang selalu meliputinya.

    Ucapannya adalah ucapan-Nya. Pendengarannya adalah pendengaran-Nya. Penglihatannya adalah penglihatan-Nya. Kehendaknya pun adalah Kehendak-Nya. Dan seluruh amal perbuatannya juga perbuatan-Nya. Karena, seluruh kesadarannya memang adalah Kesadaran-Nya. Ia telah fana di dalam Kesadaran Semesta!

    ~ wallahu a’lam bishshawab ~

    Kembangan, 29 Juli 2018

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Leave a Reply