Wednesday 19th December 2018
    banner 728x90

    Diklat RASI: Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya

    By: On:

    “Manusia akan menjadi bodoh, ketika mulai berhenti belajar” – Abang Bulganon Amir

    “Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis” – Aristoteles

    Salah satu petikan lirik yang terdapat dalam lagu kebangsaan kita Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R. Supratman, yaitu “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya” mengandung makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Lirik ini menyiratkan bahwa untuk membangun masyarakat Indonesia yang kuat dan kokoh terutama para generasi bangsa sehingga mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi serta memiliki kecintaan terhadap negaranya, yaitu dengan membangun atau mendidik terlebih dahulu jiwa dan raganya.

    Terlebih dahulu dengan membangun jiwanya, yaitu dengan memaknai apa fungsi dirinya dalam hubungan dengan Sang PenciptaNya dan hubungan dengan masyarakatnya atau lingkungan sosial secara seimbang. Dengan membangun jiwa para generasi bangsa yang suci dan bersih akan menghasilkan generasi Indonesia yang arif dan bermoral, berkarakter dan bermartabat. Pribadi yang tercerahkan inilah yang akan menjadi sumber inspirasi di lingkungannya atau dimana pun berada.

    Bagi Masyarakat Spiritual Indonesia (RASI) dan Yaskum Indonesia, mempersiapkan human resources (sumberdaya manusia) menjadi mutlak untuk menumbuhkembangkan organisasi sebagai wadah berhimpun ummat. Sejak dimulakan pada penghujung September 2017, Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) yang saat ini memasuki angkatan kesepuluh, RASI sudah menghasilkan 900-an alumnus yang berasal dari berbagai daerah dan wilayah di Republik Indonesia

    Olah Tubuh Cikung

    Dengan beragam materi umum, khusus dan praktek, dapat diasumsikan alumni DIklat RASI sudah memiliki pengetahuan, pemahaman dan kecakapan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai perwakilan RASI ataupun kelak menjadi Pengurus Yaskum Indonesia pada setiap tingkatan struktur organisasi.

    Tekad dan niat untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuan tetap dibutuhkan dalam kerangka mendinamisir kinerja dan roda organisasi. Seperti filosofi RASI: Cerdas Berkarakter dan Bermartabat, maka kecerdasaan manusia yang sudah “ditumpangi” kecerdasan ilahiah atau ruuhi secara meyakinkan akan membantu melihat dan menyelesaikan sesuatu dengan mudah dan sederhana. Seharusnya begitulah cara kerjanya.

    Alumnus Diklat juga semakin mudah untuk berkomunikasi atau membincang aneka hal melalui beragam aplikasi di sosial media seperti grup “WhatsApp” atau grup Facebook yang dibuat secara khusus sebagai media komunikasi intern pun ekstern (terbuka).

    Kepada peserta peserta DIklat RASI Angkatan X, kami mengucapkan selamat bersenang-senang Menerima, Menjalani dan Mensyukuri kesempatan sebagai peserta serta dimampukan untuk menjalankan dan mengaplikasikan materi diklat RASI.

    #DiklatRasi #rasi #kembangan #AbangBulganon #YaskumIndonesia #spiritual #amfile

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Leave a Reply