Wednesday 17th October 2018
    banner 728x90

    Ada itu Ahad

    By: On:

    Menjangkau keberadaan Tuhan Yang Maha Ahad, segala potensi keberadaan diri tak kan mampu dan bisa. Keberadaan diri serba terbatas. Panca indra, akal, dan aksioma hanyalah menjangkau sifat-sifat dan perbuatan Tuhan. Segala hamparan dan lapisan alam semesta juga diri ini, tak lebih manifestasi keberadaan Tuhan. Apakah Tuhan memperkenalkan diri-Nya?

    Pastinya Tuhan Maha Terkenal! Dan pemilik segala perbendaharaan keagungan dan kesempurnaan. Tanpa cela senoktahpun. Segala atribut kesuciaan telah ada pada-Nya. Tak mungkin Dia memperkenalkan diri-Nya untuk alasan apapun jua! Inilah salah satu rahasia yang Tuhan maklumatkan dalam qur’an sebagaimana
    firman-Nya:

    وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَد

    wa lam yakul lahuu kufuwan ahad

    “Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
    (QS.Al-Ikhlas[112]:4)

    Keagungan Tuhan pemilik perbendaharaan segala energi juga frekuensi Maha Pengasih dan Penyayang, sehingga lapis demi lapis alam semesta dan diri ini berwujud dan ada. Kita semua manifestasi-Nya.

    Maklumat yang Tuhan kumandangkan kepada jagat raya bahwa hendak meng-ada-kan “khalifah-Nya” di muka bumi, dalam semiotika dapat dimaknai sebagai:

    Khalifah 1. Wakil (pengganti) Nabi Muhammad saw. setelah Nabi wafat (dalam urusan negara dan agama) yang melaksanakan syariat (hukum) Islam dalam kehidupan negara;
    2. (Gelar) kepala agama dan raja di negara Islam;
    3. Penguasa; pengelola: manusia diciptakan Allah sebagai — di muka bumi; (KBBI).

    Makna semiotika khalifah sebagai penguasa dan pengelola bumi dan jagat semesta, Tuhan amanahkan kepada manusia!

    Untuk itu sehingga Tuhan memaklumat kepada jagat raya dan manusia berita hebat dan dahsyat, sebagaimana
    firman-Nya:

    ثُمَّ سَوّٰٮهُ وَنَفَخَ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِهٖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْــئِدَةَ ۗ قَلِيْلًا مَّا تَشْكُرُوْنَ

    summa sawwaahu wa nafakho fiihi “mir ruuhihii” wa ja’ala lakumus-sam’a wal-abshooro wal-af`idah, qoliilam maa tasykuruun

    “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan RUH-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.”
    (QS.As-Sajdah[32]:9).

    Wahai manusia sungguh dirimu telah Tuhan promosikan pada level derajat tertinggi diantara segala ciptaan-Nya?

    Kesadaran diri akan derajatmu sebagai Insan Ruuhi, membuat hidupmu mengarungi samudera keagungan-Nya.

    Hendak kemana bahteramu berlayar dan berlabuh?

    Seluruhnya sedang bergerak tiada henti berbondong-bondong menuju ke puncak tertinggi.
    Melebur ke dalam keberadaan abadi:
    “Sang Maha Hakiki”

    Dialah Allah Sang Ahad. Dimana seluruh eksistensi berpusat “lam yalid walam yulad walam yakun lahu kufuwan ahad. Karena segalanya ternyata hanya satu belaka: Dia! (Agus Mustofa).

    Berdaun-daun tuturan syukur kepada-Nya! Dirimu telah dipilih oleh Tuhan Yang Maha Lembut!

    Setelahnya lembutkan dirimu bersama-Nya.

    Kembangan, 7 Juli 2018
    Penulis Wira ksatria

     

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Leave a Reply